Assalamualaikum..hai hari jumaat yang mulia..dan juga teman-teman blogger yang sentiasa taat pada perintah Allah.. post yang lepas atie ajak korang untuk mengenang and menginsafi setiap perbuatan kita terhadap ibu, mama, emak, mummy, ummi dan apa-apa jeelah panggilan korang, tak kisah.. sedey bukan surat penuh syahdu si alang tu.. :((
(upin ipin: sedeh sedeh sedeh)
This time atie nak share sedikit titipan tentang rasa kesyukuran seorang hamba yang cacat terhadap Allah S.W.T. Betapa ikhlasnya hatinya, betapa redhanya dia dengan harta-harta pemberian Allah.. MashaAllah, kalau kita mampukah begitu??? tapi, berbeza pula dengan sikap dua temannya..
jom kawan-kawan, kita bersihkan hati dengan muhasabah diri.. (^^,)
Abu Hurairah R.A. berkata yang dia ada mendengar Rasulullah S.A.W. bercerita tentang 3 orang cacat dari Bani Israil.
Pertamanya berpenyakit kusta, keduanya berkepala botak, dan yang ketiganya buta. Allah lalu menghantarkan malaikat untuk mengujinya.
Pada yang berpenyakit kusta malaikat bertanya, “Apakah yang paling engkau sukai?” Jawab orang itu, “Kulit yang baik serta sembuh dari penyakit. Tetapi alangkah bagusnya kalau aku ada seekor unta.” Malaikat lalu mengusapkan tubuhnya maka sembuhlah dia dari penyakit dan memberinya seekor unta bunting serta berdoa semoga Allah memberkatinya.
Bertanya pula malaikat pada yang berkepala botak, “Apakah yang paling engkau sukai?” Jawabnya, “Rambut yang lebat tetapi alangkah bagusnya aku ada seekor sapi.” Malaikat lalu mengusap kepalanya maka tumbuhlah rambut dengan lebat dan diberinya seekor sapi bunting serta berdoa semoga ianya diberkati.
Pada orang yang ke tiga malaikat bertanya soalan yang sama. Maka jawabnya, “Apa yang paling aku sukai ialah semoga Allah mengembalikan penglihatanku dan diberinya aku seekor kambing.” Malaikat lalu mengusap matanya maka sembuhlah mata itu dan diberinya seekor kambing bunting serta berdoa semoga ia diberkati.
Selang beberapa waktu malaikat datang lagi dengan rupa yang sama tetapi dalam keadaan mengemis untuk menguji ketiga sahabat yang telah kaya ini.
Si penyakit kusta dan si kepala botak mengaku segala harta mereka adalah peninggalan nenek moyangnya dan dari usaha titik peluh mereka sendiri.
Tetapi berlainan pula dengan si buta, bila malaikat meminta darinya dia berkata, “Ambillah kambing itu seberapa banyak yang engkau mahu, aku tidak sedikit pun keberatan terhadap apa yang kamu ambil itu kerana Allah dan tinggallah bakinya menurut kehendakmu.” Jawab malaikat, “Jagalah hartamu, kamu sungguh diredhai Allah, sedangkan kedua sahabatmu dimurkai Allah.”
“Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah.”
(Surah al-Baqarah: Ayat 172)
“Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(Surah al-Baqarah: Ayat 173)
#keep reading :))

No comments:
Post a Comment